Skip to content

7 Makanan Afrika yang Paling Dicari Para Foodies Internasional

Written by

admin

Afrika, sebagai benua yang kaya akan budaya, tradisi, dan kekayaan alam, menyimpan beragam keanekaragaman kuliner yang menarik perhatian para pecinta makanan dari seluruh dunia. Keunikan rasa, bahan alami yang melimpah, serta teknik memasak yang diwariskan secara turun-temurun menjadikan masakan Afrika semakin diminati di kancah internasional. Berikut ini adalah tujuh hidangan Afrika yang paling dicari oleh para foodies dari berbagai belahan dunia.

1. Jollof Rice – Nasi Jollof dari Wilayah Barat

Hidangan yang berasal dari africanfoodies Barat ini merupakan salah satu makanan ikonik yang dikenal di berbagai negara, termasuk Nigeria, Ghana, dan Senegal. Jollof rice terbuat dari nasi yang dimasak bersama tomat, bawang, cabai, dan rempah-rempah khas Afrika Barat. Biasanya, hidangan ini disajikan dengan daging ayam, daging sapi, atau ikan. Keunikan dari Jollof rice terletak pada rasa gurih dan aroma rempah-rempah yang begitu menggoda. Setiap negara memiliki variasi resepnya sendiri, menjadikannya sebagai simbol keragaman kuliner Afrika Barat.

2. Tagine – Masakan Beraroma dari Maroko

Tagine adalah masakan khas Maroko yang menggunakan teknik memasak perlahan dalam wadah tanah liat berbentuk kerucut yang disebut sama dengan nama yang sama. Makanan ini menggabungkan daging, biasanya ayam, domba, atau sapi, dengan berbagai sayuran dan rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, dan kunyit. Teksturnya yang lembut dan rasa rempah yang kaya menjadikan tagine sangat diminati oleh para foodies internasional. Tidak hanya sebagai hidangan utama, tetapi juga sebagai pengalaman kuliner yang memanjakan indra.

3. Injera – Roti Tradisional Ethiopia dan Eritrea

Injera merupakan roti pipih bertekstur lembut dan berwarna merah kecoklatan yang terbuat dari tepung teff, biji kecil yang kaya akan nutrisi. Injera berfungsi sebagai piring dan alat makan sekaligus, karena biasanya makanan ini digunakan untuk menyajikan berbagai hidangan seperti doro wat (ayam pedas) dan lentil. Roti ini memiliki rasa asam alami yang berasal dari proses fermentasi, serta tekstur yang lembut dan kenyal. Injera tidak hanya menjadi bagian dari budaya Ethiopia dan Eritrea, tetapi juga semakin diminati oleh para penggemar makanan sehat dan alami dari seluruh dunia.

4. Bunny Chow – Makanan Cepat Saji dari Afrika Selatan

Bunny Chow adalah hidangan khas dari daerah KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, yang berupa roti setengah bagian yang diisi dengan kari pedas. Asal-usul makanan ini terkait dengan komunitas India yang tinggal di Afrika Selatan dan menjadi simbol kuliner yang menggabungkan rasa rempah-rempah India dengan bahan lokal. Bunny Chow biasanya disajikan dalam berbagai varian daging atau sayuran, dan dikenal sebagai makanan jalanan yang praktis dan menggugah selera. Tekstur roti yang empuk dan kuah kari yang kaya rempah menjadi daya tarik utama dari hidangan ini.

5. Bobotie – Hidangan Khas Afrika Selatan

Bobotie adalah masakan khas Afrika Selatan yang terbuat dari campuran daging cincang (biasanya daging sapi atau domba), rempah-rempah, dan buah kering seperti kismis. Campuran ini kemudian dilapisi dengan lapisan telur dan dipanggang hingga matang, menghasilkan tekstur lembut di dalam dan lapisan atas yang gurih dan sedikit renyah. Rasanya yang kompleks dan aroma rempah-rempah yang harum menjadikan bobotie sebagai hidangan favorit di kalangan pecinta kuliner internasional. Selain itu, bobotie sering disajikan dengan nasi kuning atau nasi putih sebagai pelengkap.

6. Fufu – Makanan Pokok dari Afrika Tengah dan Barat

Fufu adalah makanan pokok yang terbuat dari bahan dasar umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, atau talas yang dihaluskan hingga lembut dan elastis. Biasanya, fufu disajikan sebagai pendamping berbagai sup dan stew, seperti soup goreng, peanut soup, atau palm nut soup. Teksturnya yang kenyal dan rasa netral memudahkan fufu untuk menyerap cita rasa dari lauk-pauk yang disajikan bersamanya. Fufu tidak hanya populer di Afrika Barat dan Tengah, tetapi juga dikenal sebagai makanan sehat yang menyeimbangkan nutrisi dan energi.

7. Poulet Yassa – Makanan Pedas dari Senegal

Poulet Yassa adalah hidangan ayam yang dimarinasi dengan jus lemon, bawang bombay, dan rempah-rempah khas Senegal. Setelah proses marinasi, ayam dipanggang atau digoreng lalu disajikan dengan nasi putih. Rasa asam dari lemon berpadu harmonis dengan aroma bawang dan rempah-rempah, menciptakan sensasi rasa yang segar dan menggugah selera. Poulet Yassa menjadi favorit karena keunikannya dalam penggunaan bahan alami dan teknik memasak yang sederhana namun menghasilkan cita rasa yang khas dan mendalam.


Dengan kekayaan rasa dan keanekaragaman bahan, kuliner Afrika menawarkan pengalaman gastronomi yang sulit dilupakan. Para foodies internasional semakin tertarik untuk menjelajahi setiap hidangan yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat Afrika. Setiap masakan memiliki cerita dan keunikan tersendiri yang mampu menghadirkan sensasi berbeda di lidah dan memanjakan indera penciuman. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kuliner, tetapi juga mempererat hubungan antar budaya melalui kelezatan yang saling melengkapi.


Jika Anda membutuhkan penyesuaian lain atau penambahan bagian tertentu, silakan beritahu!

Tentu, berikut adalah artikel berjudul “Resep Makanan Otentik dari African Foodies yang Mudah Dibuat” dengan susunan sekitar 895 kata dalam bahasa Indonesia formal dan unik:


Resep Makanan Otentik dari African Foodies yang Mudah Dibuat

Kuliner Afrika dikenal dengan kekayaan rasa dan keanekaragaman bahan alami yang digunakan dalam setiap hidangannya. Makanan otentik dari benua ini tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakatnya, tetapi juga menawarkan pengalaman rasa yang unik dan memanjakan lidah. Bagi para pecinta masakan yang ingin mencoba membuat hidangan khas Afrika sendiri di rumah, tidak perlu khawatir karena banyak resep autentik yang mudah dipraktikkan dan tidak memerlukan bahan-bahan yang sulit ditemukan. Berikut ini adalah beberapa resep makanan otentik dari African Foodies yang dapat Anda coba di dapur.

1. Doro Wat – Ayam Pedas Khas Ethiopia

Doro Wat merupakan hidangan ayam pedas yang berasal dari Ethiopia dan sangat terkenal di seluruh Afrika Timur. Resep ini memanfaatkan rempah-rempah khas Ethiopia, yaitu berbere, yang memberikan rasa pedas dan aroma rempah yang khas.

Bahan-bahan:

  • 500 gram ayam, potong menjadi bagian kecil
  • 2 buah bawang merah besar, iris halus
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan jahe parut
  • 2 sendok makan pasta berbere
  • 2 sendok makan minyak sayur
  • 4 butir telur rebus utuh
  • 200 ml kaldu ayam
  • Garam dan merica secukupnya
  • Telur rebus untuk pelengkap

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe hingga harum dan berwarna keemasan.
  2. Masukkan pasta berbere, aduk rata dan masak selama beberapa menit agar rempah meresap.
  3. Tambahkan potongan ayam, bumbui dengan garam dan merica, lalu masak hingga ayam berubah warna.
  4. Tuang kaldu ayam, aduk rata, lalu tutup wajan dan biarkan ayam matang dengan api kecil selama sekitar 30 menit.
  5. Angkat dan sajikan dengan telur rebus utuh sebagai pelengkap.

Resep ini sangat cocok untuk pecinta makanan pedas dan ingin menikmati cita rasa autentik Ethiopia di rumah.

2. Jollof Rice – Nasi Berempah dari Afrika Barat

Jollof Rice adalah salah satu hidangan ikonik dari Afrika Barat yang terkenal dengan cita rasa gurih dan aroma rempah-rempahnya. Hidangan ini sangat populer di Nigeria dan Ghana, dan menjadi kuliner wajib dalam berbagai acara.

Bahan-bahan:

  • 2 gelas beras putih, cuci bersih
  • 2 buah tomat merah matang, haluskan
  • 1 buah bawang bombay besar, cincang
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok makan pasta tomat
  • 2 sendok makan minyak sayur
  • 1 paprika merah, potong dadu
  • 1 sendok teh thyme kering
  • 1 sendok teh paprika bubuk
  • Garam dan merica secukupnya
  • 4 gelas air

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak dalam panci, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan pasta tomat, aduk rata dan masak selama 2 menit.
  3. Tambahkan tomat halus, paprika, thyme, paprika bubuk, garam, dan merica. Masak hingga saus mengental dan berwarna merah pekat.
  4. Masukkan beras, aduk rata agar beras terbalut bumbu.
  5. Tuang air, aduk, lalu tutup panci dan kecilkan api. Masak selama 20-25 menit hingga nasi matang dan menyerap semua cairan.
  6. Aduk nasi agar tidak lengket, lalu sajikan hangat.

Hidangan ini cocok sebagai lauk utama yang kaya rasa dan aromatik.

3. Bobotie – Kue Daging Khas Afrika Selatan

Bobotie adalah hidangan daging cincang yang dimasak dengan rempah-rempah dan buah kering, kemudian ditutup dengan lapisan telur dan dipanggang hingga matang. Rasa gurih dan aroma rempah membuatnya menjadi favorit di Afrika Selatan.

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi cincang
  • 1 buah bawang bombay, cincang halus
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 sendok teh kunyit bubuk
  • 1 sendok teh kari bubuk
  • 50 gram kismis
  • 2 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok makan cuka apel
  • 2 butir telur
  • 100 ml susu cair
  • Garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:

  1. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan daging cincang, masak hingga berubah warna.
  3. Tambahkan kunyit, kari, garam, merica, saus tomat, dan cuka, aduk rata.
  4. Masukkan kismis dan masak selama 10 menit hingga bumbu meresap.
  5. Pindahkan ke dalam loyang, lalu campurkan telur dan susu, kocok lepas.
  6. Tuang adonan telur di atas daging, panggang dalam oven bersuhu 180°C selama 20 menit hingga matang dan berwarna keemasan.

Hidangan ini cocok disajikan dengan nasi putih atau roti.

4. Injera – Roti Tradisional Ethiopia

Injera adalah roti khas Ethiopia yang berbentuk pipih dan bertekstur lembut serta berasam alami dari proses fermentasi. Roti ini menjadi pengganti piring dan alat makan sekaligus, menyajikan pengalaman kuliner yang unik.

Bahan-bahan:

  • 2 gelas tepung teff
  • 2 gelas air matang
  • 1/2 sendok teh ragi instan
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Campurkan tepung teff, ragi, dan garam dalam wadah.
  2. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kental dan tidak bergerindil.
  3. Tutup wadah dan diamkan selama 1-2 hari agar fermentasi berlangsung.
  4. Panaskan wajan anti lengket, tuang adonan tipis dan ratakan.
  5. Masak hingga permukaannya bergelembung dan bagian bawah berwarna keemasan, lalu balik dan masak sebentar.
  6. Angkat dan biarkan injera dingin sebelum disajikan.

Injera cocok disajikan sebagai pendamping berbagai hidangan Ethiopia dan Eritrea.

5. Couscous – Makanan Pokok dari Afrika Utara

Couscous adalah butiran kecil dari semolina yang dimasak dengan uap sehingga teksturnya lembut dan ringan. Biasanya disajikan dengan stew daging dan sayuran, serta rempah-rempah khas Afrika Utara seperti saffron dan kayu manis.

Bahan-bahan:

  • 1 gelas couscous
  • 1,5 gelas air
  • 1 sendok makan minyak zaitun
  • Garam secukupnya
  • Sayuran seperti wortel, zucchini, dan labu
  • Daging sapi atau ayam sesuai selera
  • Rempah-rempah seperti saffron dan kayu manis

Cara Membuat:

  1. Didihkan air dengan garam dan minyak zaitun, lalu tuang ke atas couscous.
  2. Tutup dan diamkan selama 5 menit hingga couscous menyerap air dan mengembang.
  3. Sementara itu, tumis sayuran dan daging dalam wajan hingga matang.
  4. Sajikan couscous dengan lauk daging dan sayuran, taburi rempah-rempah sesuai selera.

Hidangan ini sangat cocok sebagai menu utama yang sehat dan bergizi.

Previous article

Kenapa First Class STA Natural Training Jadi Pilihan Utama Atlet dan Pecinta Kesehatan